Logo

NASIONAL

DPRD Medan Minta Dinas Pertanian dan Perikanan Prioritaskan Pembibitan Ikan dan Tanaman

  • 13 Juli 2020
  • 1

Medan (MEDANBLITZ.com) - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan minta tim anggaran Pemko supaya memprioritaskan alokasi penambahan anggaran di Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini sangat dibutuhkan pembudidayaan bibit ikan dan tanaman bagi masyarakat dengan pemanfaatan lahan kosong.
Saat ini pemerintah menggalakkan pembudidayaan tanaman dan ikan di pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan, ujar Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Jumat (10/7). Hal itu juga disampaikannya saat rapat pembahasan Ranperda LPj APBD Kota Medan TA 2019 kemarin bersama Kadis Pertanian dan Perikanan. 
Pemko harus fokus dalam penyediaan bibit tanaman dan ikan yang bagus. "Dinas Pertanian dan Perikanan diharapkan mampu menyanggupi permintaan masyarakat soal penyediaan bibit tanaman dan ikan," tegas Ketua PDI Perjuangan Kota Medan itu seraya menyebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar memanfaatkan pekarangan kosong.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga mengingatkan Pemko melalui Dinas Pertanian dan Perikanan agar memberdayakan tenaga honor dengan maksimal. 
"Kita berharap jangan ada PHK sepanjang masih bisa diberdayakan. Begitu juga dengan penggajian diupayakan memenuhi UMK," saran Ketua Partai Gerindra Kota Medan itu. 
Anggota Banggar lainnya, Paul Mei Anton Simanjuntak juga menyampaikan, agar tenaga honor yang dipekerjakan di Dinas Pertanian dan Pertamanan mendapat gaji sesuai UMK. "Kalau memang yang dibutuhkan 155 orang tenaga honor, harus dibayar gajinya sesuai UMK,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu. 
Plt Wali kota diharapkan tidak mengesampingkan hak mereka, harapnya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, diharapkan jangan sampai ada pemberhentian tenaga honor. "Sepanjang mereka dibutuhkan, silahkan diberdayakan secara maksimal," ujar Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Medan itu. 
Sebelumnya Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ir Ikhsyar Rasyid Marbun memaparkan, pada Tahun 2019 pihaknya mendapat anggaran sebesar Rp.21 miliar dan terealisasi Rp.18 miliar lebih.
Pihaknya saat ini kesulitan mengembangkan pembibitan ikan dan tanaman, karena anggaran rutin untuk pembelian makanan ikan, pembibitan serta pembelian minyak untuk mesin air ikut dipangkas dan dialihkan ke refocusing dana Covid-19. Sementara, permintaan warga untuk bibit tanaman dan ikan cukup tinggi. (s1)

DIJUAL / DICARI

Jika Anda punya jiwa seorang jurnalis yang ingin mempunyai website berita ataupun ingin berinvestasi di media berita online ini.

Call/WA : 0813-9759-9111

SURVEY