√ó

CARI BERITA

img
03 Desember 2019

RDP Komisi IV, PAD dari Retribusi Racun Apií Rp.1,8 M

Medan,- Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Izin Alat Pemadam Kebakaran/Retribusi Racun Api hingga, Selasa, 3 Desember 2019 sebesar Rp 1,8 miliar lebih dari target PAD Rp 2,2 Miliar.

Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi program Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (P2K) di Komisi IV, Selasa (03/11/2019).

“Untuk realisasi PAD dari retribusi racun api hingga hari ini sebesar Rp1,8 Miliar dari target PAD sebesar Rp2,2 miliar lebih,” jelas Kepala Dinas P2K Albon Sidauruk dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak.

Ada beberapa item yang diperiksa dalam retribusi itu diantaranya Pemeriksaan Alat Pemadam Ringan (APAR), Hidran Halaman, Hidran Gedung dan Sprinkler.

“Ada empat item yang diperiksa, biasanya kalau yang areanya tidak luas biasa menggunakan racun api,” jelasnya

Namun, untuk menarim PAD yang mencapai Rp2.2 Miliar ini, Albon mengakui pihaknya terkendala berbagai persoalan, salah satunya kurangnya Sumbee Daya Manusia (SDM).

“Saat ini untuk memeriksa di 21 Kecamatan dinas kami hanya memiliki 12 petugas pemeriksa dan penagih,” jelasnya.

Albon menilai, jumlah tersebut sangat minim dimana area yang harus dijangkau sangat luas.

“Idealnya kami memiliki 12 pegawai, pemeriksa san penagih untuk menjangkau 21 Kecamatan. Yang ada saat ini tidaklah memadai,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dari 12 penagih dan Pemeriksa tersebut beberapa diantaranya merupakan pegawai yang sudah pensiunndan pegawai dari divisi lain yang diberdayakan.

“Jadi kami terpaksa membersayakan pegawai yang didivisi lain serta memanfaatkan pegawai yang sudah pensiun tetapi teta mau bekerja,” jelasnya.

Albon meminta agar Dinasnya mendapatkan alokasi untuk penambahan SDM untuk
menangank permasalahan retribusi ini.

“Harapannya kami bisa menambah SDM di Dinas kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komiso IV Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan persoalan penambahan SDM diharapkan bisa segera di komunikasikan.

“Harapana kita, persoalan ini bisa dikomunikasikan segera, ” jelasnya.

Terpopuler
noimage
12 September 2016
noimage
13 Januari 2020
Terkini