• ,


Breaking News :






OK Arya Lakukan ini Sehari Sebelum Ditangkap dalam OTT KPK
Kamis, 14 September 2017 - 08:30:37 WIB
Rubrik: Peristiwa - Dibaca: 207 kali   


Medanblitz,- Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain menggemparkan Sumatera Utara. Penangkapan terhadap orang nomor satu di Batubara ini terasa sangat menghentak publik Sumatera Utara mengingat sepak terjang OK Arya Zulkarnain tidak begitu menonjol.

Sehari sebelum penangkapan, tepatnya tanggal 12 September 2017, OK Arya menyempatkan diri menemui Ribuan nelayan di Kabupaten Batubara yang tergabung dalam Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (MANTAB) di Lapangan Bola Kaki Blok 8, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Limapuluh, Batubara, Selasa (12/9/2017).

Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain SH MM yang langsung datang menemui pengunjukrasa menyatakan mendukung penghapusan pukat harimau, yang mana selama ini aktifitas kapal pukat harimau dinilai sangat meresahkan para nelayan kecil di Batubara.

“Aksi para nelayan tradisional hari ini merupakan suatu bentuk meminta ketegasan sebab ini merupakan persoalan perut, jadi saya berharap kepada kementrian perikanan dan kelautan untuk dapat menyikapi persoalan ini,  dimana aksi hari ini menunjukkan beratnya para nelayan kecil mencari nafkah,” katanya.

“Kita akan sama-sama menyampaikan agar bagaimana Polairud bisa jadi milik kita di Batubara ini agar bisa memberikan pengawasan, kita juga berharap rekomendasi dari DPR agar Polairud bisa jadi milik kita dan ada di Polres Batubara,” ucap Ok Arya.

OK Arya juga berharap agar bisa bertemu langsung dengan Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti untuk dapat menyampaikan persoalan nelayan di Batubara.

Sebelumnya ratusan nelayan tradisional ini telah menggelar aksi unjukrasa dengan tuntutan yang sama ke Forum Komunikasi pimpinan Daerah pada tahun 2016 lalu.

Saat itu unsur FKPD berjanji akan menertibkan alat tangkap (Alkap) pukat Harimau dan sejenis nya, namun hingga kini september tahun 2017 juga belum terealisasi terkait penanganan penertiban alkap tersebut.

Menurut ketua DPC HNSI melalui Sekretaris HNSI Kabuoaten Batubara M Rajab B.A terkait pelarangan alat tangkap (alkap) regulasi UU Permen KKP no. 2 tahun 2015 menjelaskan.

“Memang aturan dan pelaksanaan harus sejalan dan berimbang, namun hal ini, Pemerintah Batubara harus tanggap dalam persoalan nelayan Batubara yang berjumlah besar,terkait hajat hidup orang banyak,tentang pembinaan nelayan,penyuluhan,dan tingkat kordinasi lintas sektoral Lembaga pemerintah dan Non Pemerintah, supaya konflik yang sedari dulu menerpa para nelayan dapat terselesaikan,” ujarnya.








Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 



UNIK

Inilah Penampakan Ratusan Jemaah Indonesia Mendaki Jabal Nur, Berziarah ke Gua Hira

Medanblitz,-Hari masih sangat pagi. Rabu (13/09), jam menunjukan pukul 03.45 waktu Arab Saudi ketika tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah mulai meniti jalanan menanjak menuju kaki Jabal Nur. Tim




Mendengar Lantunan Azan, Reporter TV Inggris Menesteskan Air Mata

Walikota Tabalkan Nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik