×

CARI BERITA

img
02 Februari 2015

Buat Antrian "Palsu", Seorang Pemilik Toko di Venezuela Ditahan

VENEZUELA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pemilik toko yang tidak disebutkan namanya telah ditahan karena membuat antrian panjang yang "palsu".

Maduro mengatakan pemilik toko telah mengurangi jumlah pegawai kasir untuk menciptakan antrian dan "menganggu warga Venezuela".

Dia menuduh elit bisnis Venezuela memboikot pemerintahannya.

Oposisi menyalahkan kebijakan sosialis dalam 16 tahun terakhir yang menyebabkan krisis ekonomi memburuk.

"Kemarin kami mendeteksi bahwa sebuah toko yang terkenal melakukan konspirasi, menyakiti masyarakat," kata Maduro.

"Kami datang, kami menormalkan penjualan, kami memanggil pemiliknya, kami menahan mereka dan mereka sekarang berada di penjara karena telah memancing kemarahan masyarakat," kata dia.
Presiden Maduro menuduh pengusaha menimbun barang-barang dan menyeludupkannya

Satu pekan lalu, ribuan orang Venezuela menghadiri sebuah demonstrasi oposisi di Caracas, yang menyoroti inflasi yang tinggi, kejahatan dan antrian yang panjang.

Analis mengatakan pengetatan mata uang yangmembatasi ketersediaan dollar untuk impor merupakan penyebab utama kelangkaan barang.

Tetapi Presiden Maduro menuduh pengusaha menimbun barang dan menyelundupkannya ke luar negeri.

"Mereka yang menggunakan toko-toko mereka untuk menyakiti masyarakat akan membayarnya dengan penjara," kata Maduro kepada kelompok pendukungnya.

Bulan lalu, dia menyerukan Majelis Nasional untuk melakukan penyelidikan terhadap apa yang dia sebut sebagai "perang ekonomi" yang melawan pemerintahan sosialisnya.

Venezuela merupakan negara produsen minyak di dunia, mengalami dampak yang cukup besar terhadap penurunan harga minyak di pasar dunia. Resesi ekonomi juga dialami negara ini pada Desember lalu, dengan tingkat inflasi mencapai 63,6% dalam 12 bulan pada November lalu, salah satu yang tertinggi di dunia.(mbz/zb)

Terpopuler
noimage
12 September 2016
Terkini