• ,


Breaking News :






Cegah Masalah, BPJS Harus Punya Data Valid
Rabu, 01 Januari 2014 - 14:27:22 WIB
Rubrik: Ekobis - Dibaca: 171 kali   


Medanblitz, Awal tahun 2014 menjadi momen penting bagi dunia pelayanan kesehatan di Indonesia. Pemerintah akhirnya meluncurkan Badan Penyelenggarakan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sebuah program Jaminan Kesehatan Nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat secara lebih profesional, tanggap, informatif sekaligus bermartabat. Saat launching Gubernur Sumatera Utara menekankan agar BPJS punya data peserta yang valid untuk mencegah munculnya masalah di lapangan.

Untuk Provinsi Sumatera Utara peluncuran BPJS yang merupakan transformasi dari PT Jamsostek dan PT Askes dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST,MSi. Proses launching dilakukan di penghujung 2013, di aula Martabe, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl Diponegoro, Medan.

Gubsu menekankan, BPJS hendaknya benar-benar memberikan manfaat khususnya dalam hal jaminan kesehatan yang menjadi hak peserta. BPJS harus mengaplikasikan diri sebagai program kesehatan perorangan yang mencakup pelayanan preventif, kuratif dan rehabilitatif serta pelayanan obat.

Lewat BPJS, masyarakat akan memperoleh sistem pelayanan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, yang jika kemudian diperlukan atau atas indikasi medis pasien bisa langsung dirujuk ke fasilitas rujukan di rumah sakit provider. Dalam program ini, masyarakat harus melalui prosedur berobat ke dokter atau klinik terdekat lebih dahulu, sebelum akhirnya dirujuk ke rumahsakit jika memang diagnosis mewajibkan perawatan lebih lanjut.

Gubsu mengingatkan, BPJS sebagai pihak penyelenggara harus memiliki data akurat kepesertaan. Apalagi di tahap awal ini peserta BPJS kesehatan lebih didominasi masyarakat miskin.Jika data kepesertaan lemah, Gubsu khawatir akan membuka peluang munculnya keriuhan di lapangan.

"Kita harus memiliki data yang valid agar tidak muncul keriuhan di lapangan. Sudah tercoverkah semua rakyat di tahun 2014 ini? Karena total covery BPJS per 1 Januari 2014 baru 5.935.172 jiwa atau baru 45,29 persen ,"Gubsu mengingatkan.

Untuk itu Gubsu berharap agar adanya koordinasi, komunikasi antara Pemkab/Pemko,Jamsostek, Jamkesmas ditingkatkan dan gencar sosialisasi penerimaan BPJS secara bertahap.

"Jangan ada lagi rakyat miskin yang tidak bisa berobat, diharapkan kedepan Indonesia akan menjadi negara terbesar yang memiliki jaminan kesehatan dan diakhir tahun 2014. Akan ada 121,6 juta penduduk dinaungi oleh satu sistem jaminan sosial,"papar Gubsu kembali.

reporter : abdurrahim








Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 



UNIK

Inilah Penampakan Ratusan Jemaah Indonesia Mendaki Jabal Nur, Berziarah ke Gua Hira

Medanblitz,-Hari masih sangat pagi. Rabu (13/09), jam menunjukan pukul 03.45 waktu Arab Saudi ketika tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah mulai meniti jalanan menanjak menuju kaki Jabal Nur. Tim




Mendengar Lantunan Azan, Reporter TV Inggris Menesteskan Air Mata

Walikota Tabalkan Nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik