• ,


Breaking News :






Soal Pengguna KTP, Pemilih Pemula dan Penghuni Lapas Menjadi Topik Rakoor KPU Langkat
Minggu, 11 Mei 2014 - 22:20:00 WIB
Rubrik: Peristiwa - Dibaca: 178 kali   


foto : arl

STABAT | Medanblitz.com - Masalah pemilih yang menggunakan KTP pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD,Pemilih Pemula,penghuni Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) serta pengurangan jumlah TPS menjadi tofik rapat koordinasi yang dilaksanakan KPUD Langkat dengan seluruh anggota PPK se-Kabupaten Langkat di gedung PKK Stabat, Jumat (08/05/2014) akhir pekan lalu.

Menurut keterangan Divisi Sosialisasi dan Humas T.Aben kepada wartawan bahwa masalah pemilih yang mengunakan KTP dan KK pada Pileg kemaren harus dilakukan pendataan ulang demikian juga dengan pemilih pemula dan penghuni Lapas agar masuk dalam DPS ( Daftar Pemilih Sementara ) pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

Tahapan demi tahapan harus dilaksanakan oleh PPK dan PPS untuk penetapan hasil pemutahiran DPS yang dilaksanakan oleh PPS harus selesai 11 s/d 12 Mei sementara rekapitulasi dan penetapan di KPUD Langkat dilaksanakan 6 Juni. kemudian pada Pilpres nanti ada pengurangan jumlah TPS ( Tempat Pemungutan Suara) dari jumlah TPS ketika Pileg kemaren maksimum 600 pemilih setiap TPS  menjadi maksimum 800 pemilih setiap TPS untuk Pilpres, Ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil proses Pileg lalu ternyata masih ada PPK se-Kabupaten Langkat myang belum menyelesaikan laporan tugas dilapangan, dalam kesempatan itu M. Khair selaku Divisi Sosialisasi Kabupaten Langkat meminta agar seluruh PPK yang masih belum menyelesaikan laporan segera menyelesaikannya mengingat waktu Pilpres yang semakin dekat.

"Kami berharap mudah-mudahan semua rekan anggota PPK se Kabupaten Langkat dengan segera dapat menyelsaikan segala sesuatu menyangkut laporan kepada kami, karena waktu kita semakin dekat menuju untuk pemilihan Presiden, kami berharap sebelum masuk kesana secepatnya rekan-rekan yang belum melaporkan hasil kinerja dapat menympaikannya sebelum bulan depan", Ucapnya.(arl)
STABAT | Medanblitz.com - Masalah pemilih yang menggunakan KTP pada Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD,Pemilih Pemula,penghuni Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) serta pengurangan jumlah TPS menjadi tofik rapat koordinasi yang dilaksanakan KPUD Langkat dengan seluruh anggota PPK se-Kabupaten Langkat di gedung PKK Stabat, Jumat (08/05/2014) akhir pekan lalu.

Menurut keterangan Divisi Sosialisasi dan Humas T.Aben kepada wartawan bahwa masalah pemilih yang mengunakan KTP dan KK pada Pileg kemaren harus dilakukan pendataan ulang demikian juga dengan pemilih pemula dan penghuni Lapas agar masuk dalam DPS ( Daftar Pemilih Sementara ) pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

Tahapan demi tahapan harus dilaksanakan oleh PPK dan PPS untuk penetapan hasil pemutahiran DPS yang dilaksanakan oleh PPS harus selesai 11 s/d 12 Mei sementara rekapitulasi dan penetapan di KPUD Langkat dilaksanakan 6 Juni. kemudian pada Pilpres nanti ada pengurangan jumlah TPS ( Tempat Pemungutan Suara) dari jumlah TPS ketika Pileg kemaren maksimum 600 pemilih setiap TPS  menjadi maksimum 800 pemilih setiap TPS untuk Pilpres, Ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil proses Pileg lalu ternyata masih ada PPK se-Kabupaten Langkat myang belum menyelesaikan laporan tugas dilapangan, dalam kesempatan itu M. Khair selaku Divisi Sosialisasi Kabupaten Langkat meminta agar seluruh PPK yang masih belum menyelesaikan laporan segera menyelesaikannya mengingat waktu Pilpres yang semakin dekat.

"Kami berharap mudah-mudahan semua rekan anggota PPK se Kabupaten Langkat dengan segera dapat menyelsaikan segala sesuatu menyangkut laporan kepada kami, karena waktu kita semakin dekat menuju untuk pemilihan Presiden, kami berharap sebelum masuk kesana secepatnya rekan-rekan yang belum melaporkan hasil kinerja dapat menympaikannya sebelum bulan depan", Ucapnya.(arl)









Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 



UNIK

Inilah Penampakan Ratusan Jemaah Indonesia Mendaki Jabal Nur, Berziarah ke Gua Hira

Medanblitz,-Hari masih sangat pagi. Rabu (13/09), jam menunjukan pukul 03.45 waktu Arab Saudi ketika tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah mulai meniti jalanan menanjak menuju kaki Jabal Nur. Tim




Mendengar Lantunan Azan, Reporter TV Inggris Menesteskan Air Mata

Walikota Tabalkan Nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik