• ,


Breaking News :






Tidak Ada Penerapan Restorative Justice Dalam Penanganan Kasus Anak di Polres Langkat
Sabtu, 29 Maret 2014 - 21:32:44 WIB
Rubrik: Peristiwa - Dibaca: 1185 kali   


foto : ilustrasi

STABAT | Medanblitz.com - Demi kepentingan terbaik bagi anak seharusnya Penyidik Polres Langkat dan jajarannya selalu mengedepankan Diversi dan penerapan Restorative Justice dalam penanganan kasus anak, baik anak sebagai pelaku, korban maupun saksi dalam perkara pidana sesuai dengan Telegram Rahasia Kabareskrim Polri Nomor : TR/1124/XI/2006 tanggal 16 Nopember 2006. Hal ini dinyatakan Ketua Lembaga Advokasi Perempuan dan Anak Sumatera (LAPAS), Togar Lubis, S.H,MH, Selasa (25/3) di Stabat seusai menyampaikan Surat Permohonan Penangguhan/pengalihan jenis penahanan kepada Kapolres Langkat atas ditahannya EP (15) warga Dusun IV Idaman Hati, Desa Nambiki, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, sebagai Tersangka Pencurian Tandan Buah Segar (TBS) di areal Afdeling I TM 2011 Blok K. PT. LNK Kebun Tanjung Keliling, Desa Perkebunan Tanjung Keliling, Kecamatan Salapian. EP dijerat Penyidik dengan Pasal 363 Ayat (1) ke 4e KUHPidana Subs Pasal 26 Ayat (1) UU RI Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Peradilan Anak, sesuai dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP-Han/4/III/2014/Reskrim, bertanggal 07 Maret 2014 dan ditandatangani oleh AKP. Rosyid Hartanto, S.H, S.I.K selaku Penyidik. Tembusan Surat Permohonan LAPAS kepada Kapolres Langkat dengan Nomor : 022/LAPAS/III/2014 bertanggal 25 Maret 2014 ini juga telah dilayangkan kepada Kapolri, Komnas Anak, Komnas HAM, Menteri PP dan PA, Kompolnas, Kapoldasu, Bupati Langkat, Ketua PN Langkat dan Kajari Stabat. ¡°Sebelumnya pada tanggal 14 maret lalu, Muhammad (34) selaku orang tua EP telah menyampaikan Surat permohonan kepada Kapolres Langkat agar penahanan anak kandungnya tersebut ditangguhkan atau dialihkan menjadi tahanan rumah, namun sampai kini permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh Kapolres Langkat¡±, jelas Togar Lubis. Masih menurut Togar Lubis, Penyidik Polres Langkat dan jajarannya juga seharusnya tetap mempertimbangkan Surat Keputusan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung RI, Jaksa Agung RI, Kapolri, Menkumham RI, Mensos RI dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Nomor : 166/KMA/SKB/XII/2009, Nomor : 148 A/A/JA/12/2009, Nomor : B/45/XII/2009, Nomor : M.HH-08 HM.03.02 Tahun 2009, Nomor : 10/PRS-2/KPTS/2009, Nomor : 02/Men.PP dan PA/XII/2009 tanggal 22 Desember 2009 tentang Penanganan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum. ¡°Sampai saat ini Penyidik Polres Langkat dan jajarannya masih sering melakukan penahanan terhadap anak sebagai tersangka tindak pidana pencurian khususnya pencurian TBS sawit milik perkebunan walaupun nilai objek tindak pidana tersebut jauh dibawah Rp. 2,5 juta sebagaimana yang dimaksudkan oleh Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor : 2 tahun 2012. Bahkan dalam beberapa kasus, Penyidik sama sekali tidak melakukan diversi dan penerapan restorative justice dalam menangani perkara anak¡±, kata Togar Lubis. Ditambahkan oleh Aktivis ini, tidak ada alasan pembenar untuk tindak pidana pencurian, namun demi kepentingan terbaik bagi anak sebaiknya penahanan adalah upaya hukum terakhir yang dilakukan oleh Penegak hukum. Apalagi, kata Togar, penelitian di berbagai negara menyebutkan bahwa penjara merupakan pusat pendidikan kriminalitas terbaik bagi anak. Togar Lubis juga menyesalkan lemahnya koordinasi antara Pemkab Langkat atau lembaga perlindungan anak dan perempuan yang dibentuk oleh Pemkab Langkat dengan Penyidik Polres Langkat dalam melakukan advokasi terhadap anak sebagai tersangka tindak pidana. ¡°Penetapan Langkat sebagai Kabupaten Percepatan Layak Anak oleh Pemerintah Pusat saat ini seakan simbol semata, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut di hampir semua semua SKPD terkesan hanya menghambur-hamburkan uang negara¡±, papar Togar Lubis. (mbz|lkt)








Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 



UNIK

Inilah Penampakan Ratusan Jemaah Indonesia Mendaki Jabal Nur, Berziarah ke Gua Hira

Medanblitz,-Hari masih sangat pagi. Rabu (13/09), jam menunjukan pukul 03.45 waktu Arab Saudi ketika tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah mulai meniti jalanan menanjak menuju kaki Jabal Nur. Tim




Mendengar Lantunan Azan, Reporter TV Inggris Menesteskan Air Mata

Walikota Tabalkan Nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik